Software Antrian Tobasa 2022 telah tersedia.
Kini hadir dengan 10 POS dan juga menggunakan database SQLite.

Silahkan download di halaman Github project ini
Silahkan baca juga informasi mengenai release ini


Artikel ini adalah bagian pertama dari 3 seri instalasi SQL server yang digunakan pada aplikasi antrian Tobasa
Note
Petunjuk berikut dijalankan di Windows 7 Professional SP1 64 bit dengan RAM 2GB.
Untuk instalasi di Windows 10, gunakan SQL Server 2012 Express

SQL Server 2008 R2 Express dapat digunakan dengan gratis, tetapi ukuran maksimum untuk database dibatasi 10GB. Berbeda dengan SQL Server Express 2005 dan SQL Server Express 2008 yang dibatasi 4GB.
Sebelumnya dowload dulu file instalasinya sesuai dengan versi windows Anda.
Link Dowload SQL Server 2008 R2 Express yang juga menyertakan SQL Management Studio

Setelah didownload, jalankan instalasi sebagai Administrator, atau user yang memiliki hak sebagai Administrator
Programs instalasi akan berjalan sbb:
SQL Server 2008 R2 Installation Extract Files

Pada start page, click New installation or add features to an existing installation
SQL Server 2008 R2 Installation New Install Start

Kemudian click checkbox "I accept the license terms"
SQL Server 2008 R2 Installation EULA


SQL Server 2008 R2 Installation Setup Support Files


SQL Server 2008 R2 Installation Rule check

Pada Feature Selection, pilih semua feature
SQL Server 2008 R2 Installation Feature Selection

Pada Instance Configuration, defaultnya adalah SQLExpress, Anda bisa menggantinya dengan nama lain
SQL Server 2008 R2 Installation Instance Configuration

Pada Server Configuration, kita bisa mengatur account yang akan menjalankan SQL Server.
Untuk tutorial ini kita gunakan nilai Default.
SQL Server 2008 R2 Installation Server Configuration

Pada bagian Database Engine Configuration, kita bisa mengatur "Authentication Mode". Di sini kita menggunakan "Mixed Mode", sehingga kita dapat login dengan Windows Account atau SQL Server Account.
Di bagian ini kita harus mengisikan password untuk System Administrator(sa)
SQL Server 2008 R2 Installation Database Engine Configuration

Pada bagian Error Reporting, biarkan saja nilai defaultnya
SQL Server 2008 R2 Installation Error Reporting

Instalasi selesai.
SQL Server 2008 R2 Installation Complete


Selanjutnya

Pada tahap ini, instalasi SQL Server 2008 R2 telah selesai.
Anda bisa menggunakan SQL Management Studio, untuk masuk dalam administrasi database.
Berikutnya adalah mengkonfigurasi SQL Server agar running dengan protocol TCP/IP.


Read more »

Sebagai modul "Server", QueueService dapat berjalan sebagai Console Application dan Windows Service. Pada saat dijalankan sebagai Console Application, akan muncul window seperti ini:
QueueService Console Application

Untuk instalasi di server, yang terkadang jarang di"Log On", kita bisa install QueueService sebagai Windows Service, sbb:
  • Jalankan Command Prompt sebagai Administrator
  • Masuk ke dalam folder QueueService
  • Jalankan command berikut:
    c:\Windows\Microsoft.NET\Framework\v4.0.30319\installutil QueueService.exe
    

    Akan muncul window menanyakan user/password untuk menjalankan service ini.
    QueueService Set Service login

    User tidak harus memiliki hak sebagai Administrator
    Didepan nama user sisipkan .\ sebagai alias nama komputer.
    Bila komputer tergabung dalam Windows AD Domain dan ingin menggunakan user dari AD Domain, sisipkan nama domain sebelum nama user; misal: MANGAPUL\jefri
    Isikan user/password, lalu klik OK. Bila sukses window akan seperti ini:
    QueueService Install Service Completed

    Dan service QueueService terdaftar di Windows Services
    QueueService listed in Windows Services

Sebagai Windows Service, modul QueueService akan run otomatis pada saat start-up Windows, tanpa kita perlu Log On ke Windows.

Read more »

Sejak dirilis sebagai Software gratis pada Mei 2016,
Aplikasi Antrian Tobasa telah mendapatkan respon yang sangat baik.
Terimakasih untuk semua orang yang telah menggunakan,
mencoba atau sekedar mendownload.

Kini Software Antrian Tobasa saya rilis sebagai software Open Source
dengan lisensi GPLv3.

Silahkan akses sourcecode nya di GitHub

Untuk versi binary tetap bisa di download
Dan juga ini petunjuk instalasinya.

Terimakasih.



Read more »
Tips:
Untuk memunculkan Options/Konfigurasi aplikasi:
- Pada QueueDisplay tekan tombol Ctrl dan O pada window "Tobasa"
- Pada QueueTicket tekan tombol Ctrl dan O
- Pada QueueCaller klik tab "Options" di bagian pojok kiri atas

Pada QueueDisplay dan QueueTicket, tekan tombol "F" untuk tampilan Full Screen/Window

Konfigurasi aplikasi antrian Tobasa dapat diatur melalui window "Options" atau dengan mengedit file konfigurasi. Khusus modul QueueService, hanya bisa diatur dengan mengedit file konfigurasi. Pemahaman tentang file konfigurasi sangat penting bila ingin melakukan pengaturan langsung pada file ini. File konfigurasi ini berextension .config yang terdapat pada tiap folder module.

Sebagai contoh, kita install aplikasi Tobasa di c:\AntrianTobasa\
Pada setiap modul akan terdapat tiga file utama. Untuk modul Caller akan tampak susunan folder seperti ini:

c:\AntrianTobasa
   |--QueueCaller\
      |--Libtobasa.dll
      |--QueueCaller.exe
      |--QueueCaller.exe.config

QueueCaller.exe.config adalah File konfigurasi "Application Configuration". Begitu juga file QueueAdmin.exe.config, QueueDisplay.exe.config, QueueService.exe.config dan QueueTicket.exe.config.

Pada waktu pertama kali dijalankan, program QueueCaller.exe akan membaca konfigurasi pada file tadi. Bila kemudian ada perubahan setting/konfigurasi melalui Option Windows atau setelah pertama kali dijalankan, akan muncul file konfigurasi "User Settings" pada folder %HOMEPATH%\AppData\Local\www.mangapul.com\
Contoh : c:\Users\JEFRI\AppData\Local\www.mangapul.com\QueueCaller.exe_Url_hpi1uszicgflnb03znis4301kbkcijyq\1.0.0.0\user.config
Bisa dikatakan QueueCaller.exe.config berisi konfigurasi default, sedangkan user.config berisi konfigurasi user. Selanjutnya aplikasi akan menggunakan konfigurasi user, dan bila tidak ada, baru kemudian menggunakan konfigurasi default.

Misalkan pada file user.config ada value seperti ini:
     <setting name="QueueServerHost" serializeAs="String">
        <value>192.168.100.7</value>
     </setting>

Pada QueueCaller.exe.config
     <setting name="QueueServerHost" serializeAs="String">
        <value>127.0.0.1</value>
     </setting>
Maka aplikasi akan menggunakan value dari user.config.

Application Configuration atau User Settings

Untuk parameter yang sangat jarang berubah(misalnya nama-nama Pos/Layanan, koneksi TCP/IP, SQL server), sebaiknya mengedit "Application Configuration". Sebelum mengedit "Application Configuration", sebaiknya seluruh file user.config dihapus,
agar tidak menjadi rancu dengan settingan dari "Application Configuration".
Ini diperlukan karena kita akan membuat konfigurasi default yang baru; yang adalah "Application Configuration".
Read more »
Mulai dari versi 2022, Antrian Tobasa secara default menggunakan SQLite database.
Bila tidak ingin menggunakan database SQL Server, abaikan petunjuk terkait SQL Server pada artikel ini

Artikel ini membahas secara lebih detail proses instalasi/setup Antrian Tobasa, sebagai lanjutan dari artikel Instalasi software antrian Tobasa
Pada versi sebelum 2022,
Modul QueueService(QueueServer), QueueAdmin dan QueueCaller terhubung secara langsung dengan SQL Server
Mulai dari versi 2022, hanya QueueService yang terhubung secara langsung dengan SQL Server.
Modul QueueDisplay, QueueTicket, QueueAdmin dan QueueCaller terhubung terhubung ke modul QueueService(QueueServer) pada tcp port 2345)

Bila Anda ingin menggunakan SQL Server sebagai database Antrian Tobasa, sebelumnya restore file backup database MS SQL Server yang terdapat di folder c:\AntrianTobasa\Database\. Ikuti petunjuk pada file c:\AntrianTobasa\Database\install_db_sqlserver.md atau di sini.

  1. Percobaan pada satu komputer saja


    Sebaiknya untuk percobaaan/demo, seluruh modul Aplikasi Antrian Tobasa diinstall pada satu komputer yang sama. Kemudian di test masing-masing modul.

    Bila ingin menggunakan SQL Server sebagai database:
    Seluruh modul Aplikasi Antrian Tobasa diinstall pada satu komputer yang sama dengan SQL Server
    Edit file konfigurasi agar menggunakan SQL Server sebagai database.
    Note: Untuk versi sebelum 2022, tidak perlu mengubah file konfigurasi
    Mulai versi 2022 cukup, mengedit file QueueService.exe.config
    Cari bagian:
        <connectionStrings>
            <add name="Tobasa.Properties.Settings.ConnectionString" connectionString="Data Source=..\Database\antri.db3;Version=3;" providerName="System.Data.OleDb"/>
        </connectionStrings>  
      
    Ubah menjadi:
        
      <connectionStrings>
        <add name="Tobasa.Properties.Settings.ConnectionString" connectionString="Provider=SQLOLEDB;Data Source=127.0.0.1,1433;User ID=antrian;Initial Catalog=antri;" providerName="System.Data.OleDb" />
      </connectionStrings>   
    
    Note: pada versi 2025 konfigurasi awal bisa dilakukan lewat tool QueueConfig.exe

    • Jalankan QueueService.exe (Modul ini untuk mengaktifkan modul Server pada tcp port 2345, dan terhubung ke database)
      QueueService.exe dapat disetup sebagai Windows Service
    • Lalu QueueAdmin.exe
    • Lalu QueueTicket.exe
    • Lalu QueueDisplay.exe
    • Terakhir QueueCaller.exe
    Pastikan semua terhubung dengan baik, lakukan test membuat nomor di QueueTicket,
    lalu test pemanggilan di QueueCaller, dan lihat di QueueDisplay untuk tampilan/panggilan informasi.



  2. Percobaan dengan QueueServer pada komputer lain


    Setelah sukses dengan demo diatas, dilanjutkan dengan percobaan di komputer lain.
    QueueService.exe tetap berjalan di komputer yang sama dengan SQL Server.
    QueueAdmin, QueueCaller, QueueTicket dan QueueDisplay diinstall pada komputer lain.

    Misalkan IP Address komputer tempat QueueService adalah 192.168.1.55

    Edit konfigurasi QueueAdmin.exe.config, QueueCaller.exe.config, QueueTicket.exe.config dan QueueDisplay.exe.config agar terhubung ke QueueService di 192.168.1.55
    Note: Pada modul QueueCaller, QueueTicket dan QueueDisplay settingan ini dapat dilakukan melalui menu menu/window Options
    Pada bagian <usersettings> cari QueueServerHost, lalu edit menjadi seperti ini:
         <setting name="QueueServerHost" serializeAs="String">
          <value>192.168.1.55</value>
         </setting>
        


    Bila ingin menggunakan SQL Server sebagai database:
    Pada versi sebelum 2022:
    Edit file konfigurasi QueueAdmin.exe.config dan QueueCaller.exe.config agar bisa terhubung ke SQL Server di 192.168.1.55
    Pada bagian <connectionstrings>, ubah menjadi:
        
      <connectionStrings>
        <add name="Tobasa.Properties.Settings.ConnectionString" connectionString="Provider=SQLOLEDB;Data Source=192.168.1.55,1433;User ID=antrian;Initial Catalog=antri;" providerName="System.Data.OleDb" />
      </connectionStrings>   
    

    1. Jalankan QueueAdmin.exe pada komputer lain.
    2. Jalankan QueueTicket.exe, QueueDisplay.exe dan QueueCaller.exe
    Bila masih tidak bisa terhubung dengan komputer server yang menjalankan SQL Server 2008 R2 atau modul Server(QueueService.exe), coba Windows Firewall di komputer server di non aktifkan, bila perlu di komputer client juga

  3. Modifikasi sesuai kebutuhan

    Bila semua dirasa sudah OK, bisa dilanjutkan dengan memodifikasi aplikasi antrian Tobasa
    • Mengubah nama-nama Post
    • Mengubah logo pada QueueDisplay dan QueueTicket
    • Mengubah gambar tombol pada QueueTicket
    • Memodifikasi melibatkan perubahan pada file-file konfigurasi dan tabel-table di database
      Bila setting aplikasi sudah pernah dilakukan lewat windows "Options",
      akan muncul file konfigurasi "User Setting" pada folder %HOMEPATH%\AppData\Local\www.mangapul.com\
      Note: Pada versi 2025 maka foldernya adalah: %HOMEPATH%\AppData\Local\Mangapul\
      Apabila hendak mengubah nama-nama Pos layanan, konfigurasi "User Setting" dihapus saja.
      Selanjutnya edit file konfigurasi yang ada di folder yang sama dengan file .exe
Read more »
Pagi ini,
Host server mengalami hang dan harus di power off.
Setelah power on, salah satu virtual machine tidak mau start dengan error seperti ini.

Failed to lock the file 
Cannot open the disk ... or one of the snapshot disks it depends on. 
Module Disk power on failed. 
Failed to start the virtual machine.

VMware - Failed to lock the file

Ok..kita buka folder virtual machinenya
dan ternyata ada dua folder lock (yang ada .lck nya).
Delete kedua folder tadi

VMware virtual machine folder content

Kemudian, start kembali virtual machinenya.

referensi: https://www.vmware.com/support/ws55/doc/ws_disks_lockfiles.html

Read more »
Kunjungi halaman project di Github

Kemudian klik pada icon untuk mendownload file AntrianTobasa_2022.7z


Simpan file AntrianTobasa_2022.7z, kemudian extract ke folder yang diinginkan (misal: C:\AntrianTobasa )
Selanjutnya ikuti petunjuk instalasi di sini

Note:
Bila ada pertanyaan silahkan di bagian komentar


Read more »
Software Antrian Tobasa 2022 telah tersedia.
Kini hadir dengan 10 POS dan juga menggunakan database SQLite.

Silahkan download di halaman Github project ini
Silahkan baca juga informasi mengenai release ini
Mulai dari versi 2022, Antrian Tobasa secara default tidak menggunakan Microsoft SQL Server.
Bila tidak menggunakan SQL Server, abaikan petunjuk terkait SQL Server pada artikel ini.
Pastikan anda menggunakan Windows minimal Windows 7 Professional SP1 dan Microsoft .NET Framework minimal versi 4.0.
Untuk database antrian minimal Microsoft SQL Server 2008 R2 Express.
Untuk tahap awal testing, jalankan semua modul antrian di satu komputer (pada komputer yang terinstall SQL server), setelah semua sukses, silahkan dicoba akses dari komputer yang lain.

Lihat video instalasi Video instalasi di Youtube

  • Bila belum menginstall MS SQL Server 2008 R2, ikuti petunjuk instalasi di sini
  • Bila belum mendownload Antrian Tobasa, download software di Github
  • Simpan file AntrianTobasa_2022.7z, kemudian extract ke folder yang diinginkan (misal: C:\AntrianTobasa\ )
  • Restore file backup database MS SQL Server yang terdapat di folder c:\AntrianTobasa\Database\
  • Jalankan program server QueueService.exe pada folder c:\AntrianTobasa\QueueService\
  • Jalankan program QueueDisplay, QueueAdmin, QueueCaller
Baca juga , dan bagian komentar

Bila ingin menampilkan video pada QueueDisplay,
tempatkan file video dengan format WMV pada folder c:\AntrianTobasa\QueueDisplay\movie\. File video dengan format lain(misalnya MP4) juga bisa, asalkan Codecnya sudah diinstall.
Bila ada pertanyaan silahkan di bagian komentar

Read more »
Gunakan script berikut untuk menghapus file dalam rentang waktu tertentu.
Ganti startdate dan enddate sesuai keperluan.

#!/bin/sh

startdate=200701010000
enddate=201012312359
touch -t $startdate ./startdatefiles
touch -t $enddate ./enddatefiles

a=0

for file in $(find ./ -type f -newer ./startdatefiles ! -newer ./enddatefiles )
do
  echo "Deleting $file"
  rm $file
  let "a+=1"
done

echo "Found $a files"

Read more »
Logo Postfix Email Server
Langkah-langkah berikut digunakan untuk memeriksa kondisi queue/antrian email di postfix email server.
iRedmail adalah paket instalasi Email Server yang mudah,gratis dan open source, yang menggunakan postfix sebagai MTA-nya.

Melihat isi queue

Bisa menggunakan command mailq atau postqueue -p
hasilnya akan sama. Contoh output:
jefri@mail:~$ mailq
-Queue ID- --Size-- ----Arrival Time---- -Sender/Recipient-------
7C751B0765  4185571 Fri Mar 18 17:23:40  pengirim@example.com
   (connect to mta7.am0.yahoodns.net[98.138.112.34]:25: Connection refused)
                                         penerima@yahoo.com
-- 4088 Kbytes in 1 Request.

jefri@mail:~$

Melihat status/shape queue

Command yang digunakan adalah qshape
Contoh penggunaan:
jefri@mail:~$ sudo qshape
                                         T  5 10 20 40 80 160 320 640 1280 1280+
                                  TOTAL  0  0  0  0  0  0   0   0   0    0     0
jefri@mail:~$ sudo qshape deferred
                                         T  5 10 20 40 80 160 320 640 1280 1280+
                                  TOTAL  1  0  0  0  0  0   0   0   1    0     0
                              yahoo.com  1  0  0  0  0  0   0   0   1    0     0


Mengirim email yang ada di dalam antrian

Mengirim satu email
postqueue -i 7C751B0765
7C751B0765 adalah email queue ID yang kita dapat dari command mailq

Mengirim seluruh email
postqueue -f

Menghapus email dari queue

Menghapus semua email yang tertunda
postsuper -d ALL deferred
Menghapus satu email
postsuper -d 7C751B0765
Menghapus email ke alamat tertentu
mailq | tail -n +2 | grep -v '^ *(' | awk  'BEGIN { RS = "" } { if ($8 == "penerima@example.com" && $9 == "") print $1 } ' | tr -d '*!' | postsuper -d -
Menghapus email dari alamat tertentu
mailq | awk '$7 ~/^pengirim@example.com$/ { print $1 }' | tr -d '*!' | postsuper -d -
Menghapus email dari domain tertentu
mailq | awk '$7 ~ /@example.com$/ { print $1 }' | tr -d '*!' | postsuper -d -


Membaca email dalam queue

postcat -q  DA80E24A0A




Read more »

Dalam file-file konfigurasi di Linux biasanya terdapat comment yang menjelaskan
fungsi/arti dari settingan.
Gunakan kode berikut untuk membersihkan comment-comment tersebut

sed '/ *#/d; /^ *$/d' 
Contoh penggunaan:
cat /usr/local/squid/etc/squid.conf |sed '/ *#/d; /^ *$/d' 

Read more »
Squid menampilkan tanggal di log file nya dalam format unix timestamp
yang kita tidak mengerti. Untuk membacanya dengan jelas gunakan kode berikut:

#!/usr/bin/perl -ps/^\d+\.\d+/localtime $&/e
Buat sebuah file - convert_unixtimestamp.pl,
isi dengan kode tadi, simpan dan pastikan di set menjadi executable(bila di linux) Contoh sebelum diconvert:
$ tail -f /c/squid/var/logs/access.log

1442487610.388      4 172.17.0.91 TCP_DENIED/407 2057 CONNECT apis.google.com:443 - NONE/- text/html
1442487611.874      1 172.17.0.91 TCP_DENIED/407 1737 CONNECT accounts.google.com:443 - NONE/- text/html
1442487612.208      4 172.17.0.91 TCP_DENIED/407 2069 CONNECT accounts.google.com:443 - NONE/- text/html

Sesudah:
$ tail -f /c/squid/var/logs/access.log | convert_unix_timestamp

Thu Sep 17 18:00:10 2015      4 172.17.0.91 TCP_DENIED/407 2057 CONNECT apis.google.com:443 - NONE/- text/html
Thu Sep 17 18:00:11 2015      1 172.17.0.91 TCP_DENIED/407 1737 CONNECT accounts.google.com:443 - NONE/- text/html
Thu Sep 17 18:00:12 2015      4 172.17.0.91 TCP_DENIED/407 2069 CONNECT accounts.google.com:443 - NONE/- text/html

Read more »

Kode berikut akan membuat mapping dari printer share di network Windows/AD
ke port LPT1 atau LPT2 dst,

@echo off
net use LPT1: \\pc-name\eplq1070 /persistent:yes
note:
pc-name : komputer tempat printer terinstall
eplq1070 : nama share printer
Buat menjadi .bat script untuk mempermudah autorun

Read more »

# Membuat default gateway
route add default gw 192.168.84.66

# mengapus default gateway
route del -net 0.0.0.0 gw 192.168.84.94

# menambah route
route del -net 202.159.0.0 netmask 255.255.0.0 gw 192.168.84.66

# mengapus route
route del -net 202.159.0.0 netmask 255.255.0.0 gw 192.168.84.66

Read more »
VirtualBox Logo
Pastikan VirtualBox  telah terinstall dan Virtual Machine dapat di-Start dari VirtualBox Manager tanpa ada masalah.
Shutdown semua Virtual Machine dan tutup VirtualBox Manager
1. Download VBoxVmService  ,

2. Install VBoxVmService

3. Edit file VBoxVmService.ini di folder instalasi sesuai kebutuhan, pada file telah terdapat contoh        untuk dua virtual machine

    Contoh Virtual machine pada VirtualBox:

VirtualBox main windows

     Contoh file  konfigurasi:

[Settings]
VBOX_USER_HOME=C:\Users\JEFRI\.VirtualBox
RunWebService=no
PauseShutdown=5000

[Vm0]
VmName=WINXP_PC-VIRT02
ShutdownMethod=savestate
AutoStart=yes

[Vm1]>
VmName=WINXP_PC-VIRT03
ShutdownMethod=savestate
AutoStart=yes

Sesuaikan nama Virtual machine yang terdaftar pada VirtualBox dengan file konfigurasi.
Pada folder instalasi VBoxVmService terdapat file howto.txt menerangkan cara setting lebih lengkap


4. Restart komputer
Read more »
Anda harus memiliki akses sebagai administrator untuk menjalankan prosedur ini

1. Buka program Registry Editor : ketik regedit pada Start - Search lalu tekan Enter


2. Masuk ke bagian HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon

3. Double-klik pada DefaultUserName,  pada Value data ketik nama user yang akan login lalu klik OK
Jika DefaultUserName belum ada, buat sebuah String Value subkey (REG_SZ) dengan Value name DefaultUserName.

4. Double-klik pada DefaultPassword , pada Value data ketik passwordnya lalu klik OK.
Jika DefaultPassword belum ada, buat sebuah String Value subkey (REG_SZ) dengan Value name DefaultPassword

5. Double-klik pada DefaultDomainName, pada Value data ketik nama domain lalu klik OK.
Jika DefaultDomainName belum ada, buat sebuah String Value subkey (REG_SZ) dengan Value name DefaultDomainName

6. Double-klik pada AutoAdminLogon, pada Value data ketik 1 laluk klik OK.
Jika AutoAdminLogon belum ada, buat sebuah String Value subkey (REG_SZ) dengan Value name AutoAdminLogon

7. Jika ada hapus key AutoLogonCount
8. Keluar dari Registry Editor, lalu restart komputer

Sumber: Artikel My Digital Life
Read more »

Pertama kali mengenal linux saya bingung memilih distribusi mana yang akan saya gunakan. Waktu itu awal tahun 2001 yang saya coba pertama kali adalah RedHat Linux 7, kemudian saya coba Slackware, Debian, Slax, Vector Linux, BackTrack, Ubuntu, ClearOS, eBox, ZeroShell dan banyak lagi lainnya. Sekarang untuk sehari-hari saya menggunakan Slackware untuk server dan Ubuntu untuk personal.

Tahun 2004 saya dapat job untuk membangun email server berbasis Linux. Setelah searching sana-sini akhirnya saya pilih qmail + vpopmail + courier imap, serta teman-temannya. Untuk linuxnya saya pilih Slackware.  Sampai sekarang email servernya masih terus saya update dan saya maintain. Setelah hampir 6 tahun berkutat dengan qmail dan Slackware, saya mulai berpikir untuk mencoba yang lainnya. Memang agak sulit untuk pindah ke lain hati, namun patut untuk dicoba.

Akhirnya saya pilih untuk mencoba Postfix sebagai email servernya. Browsing sana-sini ternyata hampir sama seperti waktu install qmail. Untuk membangun email server yang lengkap ( SMTP, POP3, IMAP, Webmail, Mailing List, Autoresponder, Antispam, Antivirus, Administration Tool, dsb) membutuhkan banyak sekali software yang harus diinstall dan disetup. Akhirnya postfix email server saya jalan di Slackware 13.1, walaupun masih running dalam lab. Belum puas, saya browsing lagi untuk solusi yang cepat dalam membangun email server, dan wow!! ada banyak. Antara lain SME Server, ClearOS, Zental(eBox), ZeroShell. Bukan hanya Email Server, mereka juga lengkap dengan berbagai feature lainnya :  Web Server,  Samba, Groupware,  Firewall, Router, Proxy Server, Database Server, Internet Sharing dan sebagainya.  Semua hadir dengan proses instalasi yang cepat dan mudah. Dalam sekejab kita sudah memiliki sebuah server yang lengkap dan siap pakai lengkap dengan Administration tool berbasis web.

Belum puas juga, saya browsing lagi dan menemukan iRedMail. Yang saya suka dari iRedMail adalah kita bebas menentukan Linux mana yang kita pilih untuk Operating Systemnya, kemudian kita install minimal, lalu kita donwload iRedMail dan jalankan scriptnya, seterusnya iRedMail akan mendownload semua yang dibutuhkan dan menginstallnya untuk membangun email server yang lengkap berbasis Postfix. Menurut websitenya iRedMail dapat dijalankan di Red Hat Enterprise Linux, CentOS, Debian, Ubuntu, OpenSuSE, FreeBSD.Hmmh, berarti Slackware tidak bisa, tapi tak apa, toh sudah lama saya ingin mencoba CentOS.
Read more »
Tadi siang saya coba update AVG Antivirus 8 Free edition di laptop client saya
Tapi saya malah dapat pesan error:

Invalid Update Control CTF File

Seperti biasa, saya cari di google, dan cara untuk mengatasinya adalah :

  • Windows XP : Buka explorer, masuk ke folder
    C:\Documents and Settings\All Users\Application Data\Avg8\update\download
  • Windows Vista : Buka explorer, masuk ke folder
    C:\ProgramData\avg8\update\download

kemudian hapus atau pindahkan file yang extension nya .ctf,
nah di laptop tadi ada 2 file yang extensionnya .ctf : avginfoavi.ctf dan avginfowin.ctf

lalu coba update lagi AVG.

referensi : AVG Forum




Read more »
I've just installed OOo 3.0 on WinXP SP3.

I opened a .ppt file, then i tried to save the file as another .ppt file
but i got the following error.

Error saving the document mypptfile.ppt.
Write Error.
The file could not be written.

Affter searching in google i found this post from Open Office Community forum.

I then changed OOo temporary files location, restarted OOo.
I tried again and my problem solved.
Read more »
Baru-baru ini saya membuka dokumen MS Word di MS Office 2007.
Ternyata secara otomatis, nama file yang saya buka tersebut
masuk dalam daftar "Recent Documents" .
Akhirnya setelah saya cari di Google, saya temukan cara untuk menghilangkan
nam file saya tadi dari daftar "Recent Documents".

Ada beberapa cara untuk menghapus daftar dokumen yang
terdaftar di "Recent Documents" pada MS Office 2007.

1. Melalui interface MS Office 2007
  • Buka MS Word
  • Klik tombol yang bulat di pojok kiri
  • Klik Open
  • Pada window "Open" pilih "Look in" , klik "My Recent Documents", kemudian klik Tools dan klik "Clear Document History"

2. Melalui Registry Editor
  • Buka registry editor - Klik Start - Run - ketik Regedit, klik OK
  • Di regedit, masuk ke bagian
    HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Office\12.0\Word\File MRU
    Pada frame sebelah kanan adalah daftar file-file yang pernah di buka, tinggal pilih mana yang mau dihapus. Untuk MS Excel tinggal masuk ke bagian Excel.

3. Melalui Options ( cara ini tidak menghapus, cuma mengeset jumlah daftar yang ditampilkan)
  • Buka MS Office / Excel.
  • Klik tombol yang bulat di pojok kiri
  • Klik Tombol Option di sebelah kanan bawah
  • Klik "Advanced" di sebelah kiri
  • Di frame sebelah kanan cari bagian "Display "
  • Pada bagian "Show this number of Recent Documents:", ketik 0
  • Klik OK.

Read more »